BBM & REI

16 Dec 2012

suaramerdeka.com - Agar lebih mengena, subsidi energi sebaiknya dialihkan ke pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Demikian diungkapkan para pengembang yang tergabung dalam RealEstat Indonesia (REI).

“Jadi, subsidi BBM itu bisa dialihkan untuk uang muka pemilikan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Setyo Maharso, ketua umum DPP REI saat diskusi mengenai “Percepatan Penyaluran FLPP”, Sabtu (15/12) malam.

Setyo menuturkan, jika dari subsidi BBM yang diperkirakan pemerintah melonjak hingga Rp340 triliun pada tahun depan, sementara penyisihan sekitar Rp14 triliun dapat mengatasi program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dari Rp14 triliun itu bisa terbangun sebanyak 200 ribu unit rumah murah,” ujarnya.

Dia mengaku, REI mengusulkan hal itu setelah diundang Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang mempertimbangkan untuk menghapus subsidi BBM pada tahun depan. “Ya, daripada dihapus, lebih baik disisihkan ke program rumah murah,” tutur Setyo.

Setyo juga sependapat dengan diagendakan penghapusan subsidi BBM. Sebab, menurut dia, selama ini lebih banyak dinikmati kelas menengah atas.

Seperti diketahui, pemerintah memperkirakan subsidi energi bisa naik hingga Rp340 triliun pada tahun depan, bila harga BBM tidak naik atau tidak ada pembatasan.

Padahal, dalam APBN-P 2012, total alokasi subsidi energi hanya Rp225 triliun, yang terdiri atas subsidi BBM Rp137 triliun, subsidi listrik Rp65 triliun, dan cadangan risiko energi Rp23 triliun.

klik gambar


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive