kpr syariah

17 Dec 2012

KOMPAS.com - Masa-masa indah bisnis pembiayaan rumah (KPR) dan kredit kendaraan (KKB) bank syariah tersisa empat bulan lagi. Terhitung sejak 1 April 2013, ketentuanfinance to value (FTV) juga mulai berlaku di bank syariah sehingga tak bisa lagi menampung permohonan KPR dan KKB yang ditolak bank umum.

Sejak Bank Indonesia (BI) memberlakukan LTV KPR dan KKB di bank umum, bank syariah menikmati lonjakan permintaan kredit. Debitur yang gagal memenuhi ketentuan uang muka, bisa memanfaatkan kelonggaran di bank syariah. Kini, kesempatan untuk menggenjot pembiayaan itu bakal berakhir.

Direktur Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi, menyampaikan BI berkoordinasi dengan lembaga pembiayaan. Nah, hasilnya, BI menyepakati aturan ini berlaku mulai 1 April.

“Aturan berlaku setelah kuartal I 2013 untuk mencegah adanya arbitrase aturan,” katanya, Minggu (2/12/2012) kemarin.

Sebelumnya, BI sendiri telah mengumumkan rincian aturan ini pada Jumat (30/11/2012) lalu. FTV KPR ditetapkan 70% untuk akad murabahah. Artinya, nasabah harus menyetor uang muka 30%. Sedangkan akad musyarakah mutanaqisah dan akad ijarah muntahiyah bittamlik, minimal FTV 80%, atau uang muka 20%.

Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengatakan aturan ini tidak berdampak signifikan. Permintaan KPR syariah umumnya untuk rumah pertama dengan kisaran harga Rp 150 juta - Rp 250 juta. Ini tidak memberatkan Anak usaha BNI ini tengah memasarkan Tapenas Griya, agar nasabah mampu menyisihkan penghasilannya untuk uang muka.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive